Interkoneksi antar site pada suatu jaringan menjadi kebutuhan penting saat memiliki beberapa kantor cabang. Terdapat banyak cara yang bisa digunakan untuk menghubungkan kedua site seperti VPN dan Tunneling. Yang paling membedakan adalah dari jenis topologi dan security yang ingin diterapkan.
Banyak perusahaan pusat dan perusahaan cabang ingin menghubungkan atau membangun interkoneksi antar kantor pusat dengan kantor cabang. Pada dasarnya, interkoneksi antar site biasanya menggunakan mode routing karena kedua site menggunakan network yang berbeda.
Lalu bagaimana jika jaringan antar site ingin menggunakan network yang sama ??
Salah satu solusi yang paling mudah adalah dengan menggunakan EOIP. Karena saat menggunakan EOIP, koneksi yang terbentuk seperti ethernet-like dan bisa di bridging.
Akan tetapi terdapat kelemahan saat menggunakan eoip, yaitu tidak terdapat enkripsi atau pengamanan data. Keamanan suatu link tentunya akan menjadi sangat penting saat menerapkan tunnel atau vpn. Karena data yang dilewatkan melalui internet akan menjadi sangat rentan dan tidak bisa dipercaya. Sehingga perlu adanya enkripsi di interkoneksi tersebut.
Dalam artikel kali ini, kami coba membahas bagaimana bridging kedua site dengan agar lebih secure. Yaitu dengan mengkombinasikan beberapa fitur agar bridging bisa berjalan dengan baik. Seperti yang diketahui, untuk menerapkan bridging pada mikrotik hanya bisa di interface ethernet-like seperti EOIP. Bridging tidak support ke interface vpn seperti PPTP, SSTP, dll. Berikut beberapa cara yang bisa digunakan untuk menghubungkan kedua site dengan aman :
1. EOIP Over IPSEC
2. PPTP BCP atau SSTP BCP
3. EOIP Over SSTP atau EOIP Over PPTP
Dari cara tersebut, kita akan bahas satu persatu untuk mengetahui keuntungan dan kekurangan yang dimiliki. Berikut penjelasan detailnya :
EOIP Over IPSEC

EOIP atau ethernet over ip adalah protokol di dalam Mikrotik RouterOS yang berfungsi untuk membangun sebuah Network Tunnel antar MikroTik router di atas sebuah koneksi TCP/IP. EOIP sendiri adalah protokol proprietary MikroTik yang berarti hanya bisa bekerja di sesama perangkat mikrotik.
Untuk bisa menerapkan eoip pada jaringan, kita akan membutuhkan IP Public dari kedua site, dan menentukan tunnel ID. Untuk lebih lanjut bisa cek artikel https://citraweb.com/artikel/233/
Saat link eoip sudah terbentuk, standarnya tidak terdapat enkripsi pada jalur tersebut. Agar lebih aman, kita bisa kombinasikan dengan fitur lain seperti IPSec. IPsec adalah sebuah protokol yang digunakan untuk mengamankan transmisi datagram dalam sebuah internetwork berbasis TCP/IP.
Untuk menambahkan security ipsec pada eoip, yaitu bisa dengan menggunakan IPSec secret yang sudah tersedia pada EOIP. Berikut contoh konfigurasinya :
Pastikan IPsec Secret terpasang di kedua sisi router, dan menggunakan secret yang sama. Setelah eoip ipsec terbentuk, kita cukup tambahkan interface eoip kedalam bridge agar kedua site menggunakan network yang sama. Detail konfigurasi bridging eoip ipsec sebagai berikut :
Jangan lupa untuk mebridging EoIP dengan interface yang menuju ke jaringan lokal di masing-masing router. Agar kedua jaringan lokal di kedua site menggunakan network atau segment yang sama.
Secara default, karena sudah menggunakan ipsec secret, maka router akan membuat enkripsi untuk interkoneksi jaringan eoip tersebut. Cara pengecekannya bisa dilihat pada menu IP>IPSec>Active Peers. Akan terdapat informasi mengenai link yang sudah terbentuk menggunakan EOIP
Protocol yang digunakan untuk enkripsi adalah ESP atau Encapsulating Security Payload. Bisa dicek di IPSec > Policy
Dengan menggunakan EOIP + Ipsec ini maka interkoneksi antar site akan lebih secure. Defaultnya, saat menerapkan IPSec Secret pada EOIP maka menggunakan mode ESP Transport mode dengan autentikasi SHA1 dan encryption AES 128 CBC. Yang pastinya akan terdapat tambahan header yang besar yaitu IP Header + EOIP + ESP Header + Payload Data + ESP Trailer + ESP Authentication Data.
Keuntungannya, beberapa perangkat Mikrotik juga sudah support dengan HW Encryption untuk mempercepat proses enkripsi IPSec pada CPU. Detail penjelasannya ada pada artikel berikut https://citraweb.com/artikel/233/
PPTP / SSTP BCP

perlu di ketahui, saat menggunakan pptp atau sstp kita akan menggunakan metode routing. PPTP dan sstp tidak bisa di bridging, solusinya agar bisa di bridging kita harus menggunakan BCP atau bridge control protocol. Cara konfigurasinya adalah sebagai berikut :
- Contoh konfig sstp bcp
Masuk ke menu PPP dan menu profile dan tambahkan nama user dan pilih bridgenya